Cara membuat produk digital di Canva untuk dijual dimulai dengan menentukan siapa calon pembelinya dan masalah apa yang ingin diselesaikan, lalu memilih format produk seperti ebook, worksheet, planner, atau template. Setelah itu, buat desain original di Canva, siapkan file atau link akses sesuai jenis produknya, buat preview, lalu uji seluruh file sebelum mulai menjualnya.
Jadi, jangan langsung membuka Canva dan membuat desain hanya karena terlihat menarik.
Produk digital yang layak dijual sebaiknya punya tiga hal:
- target pembeli yang jelas,
- masalah atau kebutuhan yang jelas,
- manfaat yang mudah dipahami.
Canva hanyalah alat untuk mengubah ide tersebut menjadi produk.
Produk Digital Apa yang Bisa Dibuat di Canva?
Canva dapat digunakan untuk membuat berbagai produk digital, mulai dari produk jadi yang langsung digunakan pembeli hingga template yang masih bisa diedit.
Berikut beberapa contohnya:
| Produk digital | Contoh | Diterima pembeli sebagai |
|---|---|---|
| Ebook | Panduan budgeting anak kos | |
| Checklist | Checklist persiapan pernikahan | |
| Worksheet | Worksheet belajar anak | |
| Digital planner | Study planner mahasiswa | |
| Workbook | Workbook menentukan niche bisnis | |
| Template Instagram | Template promo UMKM kuliner | Canva template |
| Template CV | CV fresh graduate | Canva template |
| Media kit | Creator media kit | PDF/template |
| Presentation template | Pitch deck freelancer | Canva template |
| Invitation template | Undangan digital | Canva template |
Perbedaan antara produk jadi dan template editable penting karena cara menyiapkan file untuk pembeli juga berbeda.
Ebook, checklist, atau worksheet biasanya dikonsumsi sebagai produk jadi.
Sementara template Instagram, CV, atau invitation dibuat agar pembeli bisa mengubah isi desain sesuai kebutuhannya.
Kalau kamu masih bingung menentukan produk yang ingin dibuat, mulai dari daftar ide produk digital yang sesuai dengan skill dan target pembeli yang kamu pahami.
Sebelum Membuka Canva, Tentukan Dulu Produk yang Mau Dibuat
Kesalahan umum pemula adalah langsung membuka Canva, memilih template yang terlihat menarik, lalu mencoba mencari cara menjualnya.
Balik urutannya.
Gunakan pola:
Target pembeli → masalah → solusi → format produk
Misalnya:
Target pembeli: Freelancer pemula
Masalah: Bingung menentukan harga jasa
Solusi: Panduan menentukan harga
Format: Workbook PDF
Hasilnya:
Workbook Menentukan Harga Jasa untuk Freelancer Pemula
Contoh lain:
Target pembeli: UMKM kuliner
Masalah: Bingung membuat desain promosi setiap hari
Solusi: Desain yang tinggal diedit
Format: Canva template
Hasilnya:
30 Template Konten Promo untuk UMKM Kuliner
Bandingkan dengan ide yang hanya berbunyi:
“Jual template Canva.”
Versi kedua jauh lebih spesifik karena sudah menjelaskan siapa pembelinya dan manfaat produknya.
Tentukan Siapa Target Pembelinya
Jangan mulai dengan target:
“Semua orang.”
Coba pilih satu kelompok yang cukup spesifik, misalnya:
- mahasiswa,
- fresh graduate,
- freelancer,
- guru,
- orang tua,
- content creator,
- pemilik UMKM,
- seller online.
Target pembeli akan memengaruhi isi, visual, bahasa, hingga harga produk yang kamu buat.
Cari Masalah yang Bisa Diselesaikan
Setelah menentukan target pembeli, cari masalah yang sering mereka alami.
Misalnya targetnya adalah mahasiswa.
Masalah yang mungkin muncul:
- lupa deadline tugas,
- kesulitan mengatur uang,
- bingung membuat CV,
- sulit menyusun jadwal belajar,
- bingung mempersiapkan skripsi.
Dari sini ide produk mulai muncul:
Deadline tugas berantakan → Assignment Planner
Sulit mengatur uang → Budget Planner
Bingung bikin CV → Template CV
Canva masuk setelah ide produknya cukup jelas.
Cara Membuat Produk Digital di Canva untuk Dijual
Setelah menentukan produk yang ingin dibuat, sekarang masuk ke proses produksinya.
1. Tentukan Format Produk
Pertama, tentukan apakah produkmu akan menjadi:
- PDF,
- worksheet,
- ebook,
- planner,
- workbook,
- presentation,
- atau template yang bisa diedit.
Format tersebut menentukan bagaimana desain dibuat dan bagaimana produk diberikan kepada pembeli.
Misalnya:
Ebook → pembeli membaca hasil final.
Worksheet → pembeli menggunakan atau mencetak file.
Canva template → pembeli membuka desain dan mengeditnya sendiri.
Jangan memilih format hanya karena sedang populer.
Pilih format yang paling mudah membantu pengguna mendapatkan manfaat dari produkmu.
2. Buat Struktur Produk Sebelum Mendesain
Sebelum mengatur font dan warna, tentukan dulu isi produknya.
Misalnya kamu ingin membuat:
Ebook
Strukturnya bisa berupa:
- Cover
- Pendahuluan
- Masalah utama
- Penjelasan
- Langkah-langkah
- Contoh
- Checklist
- Kesimpulan
Digital Planner
Strukturnya bisa berupa:
- Cover
- Monthly goals
- Monthly planner
- Weekly planner
- Habit tracker
- Notes
Template Konten Instagram
Strukturnya bisa berupa:
- Template promo
- Template edukasi
- Template testimoni
- Template produk
- Template FAQ
- Template CTA
Struktur membantu desainmu memiliki fungsi.
Tanpa struktur, kamu berisiko membuat produk yang terlihat bagus tetapi tidak benar-benar membantu pengguna.
3. Buka Canva dan Pilih Ukuran Desain
Setelah struktur selesai, baru buka Canva.
Pilih ukuran desain berdasarkan fungsi produk.
Contohnya:
Ebook atau Workbook
Gunakan format dokumen yang nyaman dibaca seperti A4 atau ukuran dokumen lainnya.
Presentation Template
Gunakan format Presentation.
Instagram Template
Gunakan format Instagram Post atau ukuran sesuai kebutuhan platform.
Planner atau Worksheet
Sesuaikan dengan cara pengguna akan menggunakannya.
Kalau produk kemungkinan besar akan dicetak, pastikan layout tetap nyaman setelah dicetak.
Kalau hanya akan digunakan secara digital, prioritaskan kenyamanan membaca di layar.
4. Buat Desain Original, Jangan Hanya Mengganti Warna Template
Canva menyediakan banyak template yang dapat membantu mempercepat proses desain.
Tetapi ada perbedaan antara:
menggunakan Canva sebagai alat bantu desain
dan
mengambil desain Canva kemudian menjualnya kembali dengan perubahan minimal.
Jika menggunakan template sebagai titik awal, ubah desain menjadi karya yang benar-benar memiliki karakter dan strukturmu sendiri.
Kamu dapat mengubah:
- layout,
- typography,
- komposisi,
- visual hierarchy,
- warna,
- elemen,
- konten,
- struktur halaman.
Yang terpenting, produk akhir harus memiliki kontribusi kreatif yang jelas.
Canva sendiri menjelaskan bahwa produk yang dijual harus berupa original design. Canva Content tidak boleh dijual kembali secara standalone, dan perubahan minimal seperti hanya mengganti warna, crop, resize, atau menambahkan border tidak otomatis menjadikannya desain original.
5. Prioritaskan Fungsi, Bukan Hanya Estetika
Produk digital bukan sekadar desain bagus.
Pembeli menggunakan produk tersebut untuk mendapatkan hasil tertentu.
Jika membuat ebook:
- pastikan tulisan mudah dibaca,
- gunakan heading yang jelas,
- beri ruang antarbagian,
- jangan membuat setiap halaman terlalu penuh.
Jika membuat worksheet:
- berikan instruksi,
- buat area isian yang cukup,
- gunakan label yang jelas.
Jika membuat template:
- pastikan elemen mudah diedit,
- gunakan placeholder yang jelas,
- jangan membuat pengguna bingung bagian mana yang harus diganti.
Pertanyaan sederhananya:
Kalau seseorang membuka produk ini tanpa penjelasan dariku, apakah dia langsung tahu cara menggunakannya?
Jika jawabannya belum, produknya masih perlu diperbaiki.
6. Gunakan Visual Hierarchy yang Konsisten
Visual hierarchy membantu pengguna memahami bagian mana yang harus dibaca lebih dulu.
Gunakan sistem yang konsisten untuk:
- heading,
- subheading,
- body text,
- button,
- label,
- icon,
- spacing.
Tidak perlu menggunakan terlalu banyak font.
Untuk sebagian besar produk digital, dua keluarga font sudah cukup untuk menciptakan hierarchy.
Misalnya:
Font A: heading
Font B: body text
Gunakan juga warna secara konsisten.
Jangan membuat setiap halaman menggunakan kombinasi warna yang berbeda jika tidak ada alasan fungsional.
7. Masukkan Konten yang Memberikan Manfaat
Produk digital tidak menjadi bernilai hanya karena jumlah halamannya banyak.
Ebook 15 halaman yang membantu menyelesaikan satu masalah dapat lebih berguna daripada ebook 100 halaman yang berputar-putar.
Begitu juga template.
20 template yang dirancang untuk satu kebutuhan spesifik bisa lebih jelas manfaatnya daripada 500 template generik.
Ketika menambah bagian baru, tanyakan:
Apakah bagian ini membantu pengguna mendapatkan hasil yang dijanjikan produk?
Kalau tidak, pertimbangkan untuk menghapusnya.
Apakah Produk yang Dibuat di Canva Boleh Dijual?
Boleh, tetapi kamu tetap harus mengikuti ketentuan lisensi Canva dan memastikan produk yang dijual merupakan desain original.
Canva menjelaskan bahwa Free maupun Pro Content dapat digunakan untuk membuat berbagai produk yang dijual, termasuk template dan ebook, selama penggunaan tersebut mengikuti Content License Agreement. Canva Content juga tidak boleh dijual kembali sebagai aset standalone.
Artinya, jangan mengambil satu ilustrasi, foto, atau elemen dari library Canva kemudian menjual file tersebut kembali sebagai produkmu sendiri.
Bagaimana dengan Template Canva?
Canva mengizinkan penjualan template dengan sejumlah ketentuan.
Template harus berupa desain original.
Jika template menggunakan Pro Content, Canva menyatakan template tersebut hanya boleh dijual dalam bentuk Canva template link. Pro Content pada template tidak boleh dijual sebagai PDF atau tipe file lain.
Ini menjadi salah satu alasan penting untuk membedakan:
finished product
dan
editable template.
Finished Product
Contohnya:
- ebook,
- guide,
- digital magazine.
Pengguna menerima hasil akhirnya.
Editable Template
Contohnya:
- template CV,
- wedding invitation,
- template Instagram.
Pengguna menerima desain yang memang dimaksudkan untuk diedit lagi.
Jika kamu menggunakan aset pihak ketiga di luar Canva, cek juga lisensi masing-masing aset sebelum memasukkannya ke produk yang dijual.
Catatan: ketentuan lisensi platform dapat berubah. Untuk produk komersial, selalu cek Content License Agreement Canva terbaru sebelum menerbitkan produk.
Cara Menyiapkan File Produk Digital dari Canva
Setelah desain selesai, jangan langsung menjualnya.
Tentukan dulu apa yang sebenarnya akan diterima pembeli.
Jika Produknya Ebook, Checklist, atau Worksheet
Untuk produk yang sudah final, PDF biasanya menjadi salah satu format yang praktis.
Sebelum export:
- cek seluruh halaman,
- cek typo,
- pastikan tidak ada elemen yang terpotong,
- cek halaman kosong,
- cek link yang digunakan,
- buka kembali file hasil export.
Jangan menganggap export berhasil berarti produknya sudah benar.
Selalu tes file final.
Jika Produknya Editable Canva Template
Jika produk memang dimaksudkan untuk diedit pembeli, siapkan akses template sesuai aturan Canva.
Jangan memberikan akses ke desain master dengan cara yang membuat pembeli bisa mengubah file utama yang kamu gunakan.
Tujuannya adalah agar pembeli mendapatkan versi yang dapat digunakan sebagai template tanpa merusak master milikmu.
Untuk template yang menggunakan Canva Pro Content, Canva mensyaratkan distribusi sebagai Canva template link.
Buat File Panduan Akses untuk Pembeli
Khusus untuk produk yang memerlukan link atau instruksi, jangan hanya mengirimkan URL polos.
Buat PDF Access Guide sederhana.
Misalnya:
Halaman 1
Terima Kasih Sudah Membeli!
Produkmu sudah siap digunakan.
Halaman 2
Cara Mengakses Template
- Klik tombol “Buka Template”.
- Login ke akun Canva.
- Buat salinan desain jika diperlukan.
- Mulai edit sesuai kebutuhan.
Halaman 3
Butuh Bantuan?
Tambahkan informasi support yang memang kamu sediakan.
Pengalaman setelah pembelian merupakan bagian dari produk.
Produk yang mudah diakses terasa jauh lebih profesional dibanding produk yang membuat pembeli harus bertanya:
“File-nya buka dari mana?”
Buat Cover dan Preview Produk
Sebelum mulai menjual, buat visual yang memperlihatkan produk kepada calon pembeli.
Untuk produk digital, pembeli tidak bisa memegang barangnya.
Karena itu, preview menjadi sangat penting untuk membantu mereka memahami apa yang akan didapat.
Kamu bisa membuat:
- cover produk,
- mockup,
- preview halaman,
- preview template,
- close-up fitur,
- daftar isi,
- contoh penggunaan.
Misalnya kamu menjual:
30 Template Promo Instagram untuk UMKM Kuliner
Jangan hanya menampilkan cover dengan tulisan:
30 Templates.
Tampilkan beberapa contoh desain di dalamnya.
Calon pembeli perlu memahami:
produk ini berisi apa dan bagaimana kira-kira penggunaannya.
Contoh Membuat Produk Digital di Canva: Assignment Planner Mahasiswa
Agar lebih mudah dipahami, berikut satu contoh dari awal.
1. Tentukan Target
Target:
mahasiswa
2. Tentukan Masalah
Masalah:
deadline tugas sering berantakan.
3. Tentukan Produk
Produk:
Assignment Planner
4. Tentukan Format
Format:
PDF digital planner
5. Buat Struktur
Isi:
- cover,
- semester overview,
- mata kuliah,
- assignment list,
- deadline tracker,
- priority tracker,
- weekly planner,
- notes.
6. Desain di Canva
Gunakan hierarchy yang sederhana.
Misalnya:
Judul → kategori → tabel → catatan
Jangan menggunakan elemen dekoratif berlebihan sampai bagian penting justru sulit dibaca.
7. Export
Export versi final sebagai PDF sesuai kebutuhan produk.
8. Tes Produk
Coba gunakan sendiri.
Apakah kolom deadline cukup?
Apakah tulisan mudah dibaca?
Apakah planner tetap nyaman dibuka melalui HP?
Kalau tidak, revisi.
Sekarang kamu sudah mempunyai produk yang jauh lebih konkret dibanding sekadar:
“Saya mau jual planner.”
Contoh Kedua: Template Konten Instagram untuk UMKM Kuliner
Contoh ini berbeda karena hasil akhirnya adalah editable template.
1. Target
UMKM kuliner.
2. Masalah
Sulit membuat konten promosi secara konsisten.
3. Produk
Misalnya:
30 Template Konten Instagram untuk UMKM Kuliner
4. Tentukan Jenis Konten
Bagi template berdasarkan fungsi:
- promo,
- menu,
- diskon,
- testimonial,
- edukasi,
- jam operasional,
- CTA.
5. Buat Desain
Gunakan struktur yang mudah diedit oleh pemilik usaha.
Misalnya:
foto produk
nama produk
harga
CTA
Jangan membuat struktur terlalu kompleks jika target pembelinya bukan desainer.
6. Tes Editing
Buat salinan dan berpura-puralah menjadi pembeli.
Coba:
- mengganti foto,
- mengganti nama produk,
- mengubah harga,
- mengganti warna.
Kalau kamu sendiri bingung mengeditnya, kemungkinan pembeli juga akan bingung.
7. Siapkan Akses
Siapkan template dan panduan akses sesuai ketentuan Canva yang berlaku.
Kemudian buat PDF sederhana yang mengarahkan pembeli ke template.
Kesalahan Saat Membuat Produk Digital di Canva
Produk pertama tidak harus sempurna, tetapi ada beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari.
1. Membuat Produk Sebelum Menentukan Target Pembeli
Desain mungkin terlihat bagus, tetapi kamu tidak tahu kepada siapa produk akan dijual.
Mulai dari audience dan problem.
Bukan desain.
2. Membuat Produk Terlalu Umum
Contoh:
Planner untuk semua orang.
Bandingkan dengan:
Assignment Planner untuk Mahasiswa.
Produk kedua jauh lebih mudah dipahami.
3. Hanya Mengubah Warna Template Canva
Mengganti warna atau font bukan alasan yang cukup untuk menganggap sebuah template sebagai produk original.
Berikan kontribusi desain dan konten yang nyata.
4. Tidak Mengecek Lisensi
Jangan berasumsi semua aset yang tersedia di Canva atau internet otomatis boleh dijual kembali.
Selalu pahami lisensi konten yang digunakan.
5. Terlalu Fokus pada Jumlah
“500 template” terdengar besar.
Tetapi kalau sebagian besar tidak relevan untuk pengguna, jumlah tersebut bukan value.
Kejelasan manfaat lebih penting daripada membuat bundle besar tanpa arah.
6. Tidak Membuat Preview
Tanpa preview, calon pembeli sulit memahami produk.
Tunjukkan isinya.
7. Tidak Mengetes File Final
Link rusak, typo, halaman terpotong, atau akses template yang salah dapat merusak pengalaman pembeli.
Tes seperti kamu adalah customer.
Berapa Harga Produk Digital yang Dibuat di Canva?
Tidak ada satu harga yang benar untuk semua produk Canva.
Harga produk digital sebaiknya tidak ditentukan hanya berdasarkan:
“Saya membuatnya selama tiga jam.”
atau:
“Cuma dibuat pakai Canva.”
Pertimbangkan beberapa faktor:
- masalah yang diselesaikan,
- seberapa spesifik target pembelinya,
- manfaat yang diberikan,
- kualitas produk,
- tingkat kesulitan membuat alternatif sendiri,
- produk serupa di pasar.
Misalnya:
template feed Instagram generik
dan
kit konten lengkap untuk bisnis catering
sama-sama bisa dibuat di Canva.
Tetapi value yang diterima pembeli dapat sangat berbeda.
Karena itu, jangan menilai produk hanya berdasarkan software yang digunakan untuk membuatnya.
Bagaimana Mengetahui Produk Canva Layak Dijual?
Sebelum membuat versi lengkap, cek apakah problem yang kamu pilih benar-benar ada.
Ada beberapa sinyal sederhana.
Cari Pertanyaan yang Sering Muncul
Lihat apa yang ditanyakan target audience melalui:
- Google,
- media sosial,
- komunitas,
- forum,
- komentar.
Misalnya banyak freelancer bertanya:
“Gimana menentukan harga?”
Itu bisa menjadi sinyal untuk membuat:
pricing calculator
atau
pricing workbook.
Cari Solusi yang Sudah Digunakan
Keberadaan produk kompetitor tidak otomatis berarti kamu terlambat.
Bisa jadi itu justru menjadi bukti bahwa orang sudah mencari solusi.
Pertanyaan berikutnya:
Bisakah produk dibuat lebih spesifik atau lebih mudah digunakan?
Bicara dengan Calon Pengguna
Jangan hanya bertanya:
“Kalau aku bikin ini kamu mau beli nggak?”
Lebih baik tanyakan perilaku mereka sekarang.
Misalnya:
“Biasanya kamu mengatur deadline tugas pakai apa?”
Jawabannya memberi gambaran bagaimana masalah tersebut diselesaikan hari ini.
Setelah Produk Digital Selesai Dibuat, Apa Selanjutnya?
Produk selesai bukan berarti proses selesai.
Sekarang kamu membutuhkan cara untuk:
- menampilkan produk,
- menjelaskan manfaatnya,
- menerima pesanan,
- menerima pembayaran,
- memberikan produk kepada pembeli.
Alurnya bisa dibuat sederhana:
Ide → Validasi → Buat di Canva → Tes → Publish → Terima Pembayaran → Kirim Produk
Kalau baru mulai, fokus dulu pada satu produk.
Tidak perlu langsung membuat puluhan produk sekaligus.
Pelajari respons pembeli dari produk pertama, lalu gunakan feedback tersebut untuk membuat versi berikutnya lebih baik.
Produk Sudah Jadi? Saatnya Mulai Menjualnya
Setelah ebook, worksheet, template, atau file digitalmu siap, tahap berikutnya adalah menyiapkan sistem penjualan.
Di Winme, seller dapat menjual berbagai file digital seperti template Canva, ebook, worksheet, panduan, prompt, dan checklist. Produk diunggah, link jualan dapat dibagikan ke channel seperti Instagram, TikTok, WhatsApp, atau komunitas, dan halaman produk Winme saat ini menyebut produk dikirim otomatis setelah pembayaran berhasil.
Jadi alurnya bisa menjadi:
Buat produk di Canva → upload produk → bagikan link jualan → pembeli melakukan pembayaran → produk dikirim.
Kalau produk pertamamu sudah siap, lanjutkan ke panduan cara menjual produk digital atau mulai pelajari cara jual produk digital di Winme.
Pertanyaan tentang Membuat Produk Digital di Canva
Apakah Canva bisa digunakan untuk membuat produk digital untuk dijual?
Ya. Canva dapat digunakan untuk membuat berbagai produk digital seperti ebook dan template selama desain dan penggunaan Canva Content mengikuti ketentuan lisensi Canva. Produk yang dijual harus merupakan desain original dan Canva Content tidak boleh dijual kembali sebagai aset standalone.
Apa saja produk digital yang mudah dibuat di Canva?
Beberapa produk yang relatif sederhana untuk mulai dibuat antara lain checklist, worksheet, planner, ebook pendek, template CV, template media sosial, dan workbook. Pilihan terbaik tergantung skill dan target pembeli yang ingin kamu bantu.
Apakah template Canva boleh dijual?
Boleh dengan ketentuan tertentu. Canva menyatakan template yang dijual harus merupakan desain original. Jika menggunakan Pro Content, template tersebut harus dibagikan sebagai Canva template link.
Apakah boleh menjual template Canva yang sudah ada?
Jangan sekadar mengambil template Canva kemudian menjualnya kembali dengan perubahan minimal. Canva mensyaratkan produk yang dijual berupa desain original dengan kontribusi kreatif yang nyata.
Apakah Canva Pro wajib untuk membuat produk digital?
Tidak semua jenis produk membutuhkan elemen Pro. Produk dapat dibuat menggunakan aset yang sesuai dengan akun dan lisensi yang kamu gunakan. Yang lebih penting adalah memastikan seluruh elemen di dalam produk digunakan sesuai ketentuan lisensinya.
Bagaimana cara mengirim template Canva ke pembeli?
Jika produk berupa template editable, pembeli perlu mendapatkan akses template, bukan master desain yang dapat mengganggu file aslimu. Untuk template yang menggunakan Pro Content, Canva mensyaratkan distribusi menggunakan Canva template link.
Apakah produk Canva harus berbentuk PDF?
Tidak. Format tergantung produknya. Ebook, worksheet, checklist, atau planner dapat diberikan sebagai file final seperti PDF, sedangkan produk yang memang dimaksudkan untuk diedit pembeli dapat diberikan sebagai Canva template sesuai ketentuan lisensinya.
Apakah harus jago desain untuk mulai?
Tidak harus menjadi desainer profesional. Untuk produk sederhana, yang lebih penting adalah memahami target pembeli, menyelesaikan satu masalah dengan jelas, serta membuat produk yang mudah digunakan.
Kesimpulan
Cara membuat produk digital di Canva untuk dijual bukan dimulai dari memilih template yang paling bagus.
Mulailah dari:
siapa pembelinya → apa masalahnya → solusi apa yang dibutuhkan → baru tentukan desainnya.
Setelah itu:
- tentukan format produk,
- buat struktur,
- desain secara original di Canva,
- cek lisensi aset,
- siapkan file atau akses,
- buat preview,
- tes produk,
- lalu mulai menjualnya.
Canva membantu proses produksi.
Tetapi yang membuat sebuah produk digital bernilai bukan Canva-nya.
Nilainya datang dari seberapa baik produk tersebut membantu orang tertentu menyelesaikan masalah tertentu.
Kalau produknya sudah siap, tahap berikutnya bukan membuat desain baru lagi.
Tahap berikutnya adalah menguji apakah ada orang yang bersedia membelinya.


